Senin, 09 Juli 2012

Surat Dari Tahun 2070


Aku baru berusia 50 tahun, tapi penampilanku seperti seseorang berumur 85 tahun.
Aku menderita gangguan ginjal serius, karena aku tidak minum cukup air.
Aku takut aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup.
Aku adalah salah satu orang tertua di masyarakat ini.
Aku ingat ketika aku masih anak berumur 5 tahun,
Semuanya tampak berbeda.

Ada banyak pohon di taman, rumah dengan kebun yang indah,
dan aku bisa menikmati mandi selama setengah jam.
Saat ini kami menggunakan handuk dengan minyak mineral untuk membersihkan kulit kami.

Sebelumnya, wanita memiliki rambut yang indah.
Sekarang, kami harus mencukur kepala untuk menjaganya tetap bersih tanpa menggunakan air.
Lalu, ayahku dulu mencuci mobilnya dengan air yang keluar dari selang.
Sekarang, anakku tidak percaya bahwa air dapat digunakan dengan cara seperti itu.

Aku ingat bahwa dulu ada peringatan
HEMAT AIR !
di poster-poster, radio dan TV , tapi tidak diperhatikan. Kami pikir air
akan selalu tersedia untuk selamanya.
Sekarang, semua sungai, danau, waduk dan lapisan air bawah tanah kering atau terkontaminasi.
Industri hampir berhenti dan pengangguran mencapai proporsi yang dramatis.
Desalinasi tanaman merupakan sumber utama tenaga kerja,
dan pekerja menerima sebagian dari gaji mereka dalam bentuk air minum.

Serangan bersenjata di jalanan untuk satu jerigen air sangat umum terjadi.
dan 80% makanan saat ini adalah sintetik.
Sebelumnya, jumlah yang direkomendasikan untuk minum air untuk orang dewasa adalah 8 gelas per hari.
Saat ini, aku hanya diperbolehkan minum setengah gelas per hari.
Kami sekarang harus mengenakan pakaian sekali pakai,
dan ini meningkatkan jumlah sampah.

Kami menggunakan septic tank sekarang, karena sistem pembuangan limbah tidak bekerja karena kurangnya air.
Tampilan luar dari populasi sungguh mengerikan:
berkerut, tubuh kurus karena dehidrasi, penuh luka yang disebabkan
oleh radiasi ultra violet yang sekarang lebih kuat tanpa perisai pelindung dari lapisan ozon.
Kanker kulit, infeksi gastrointestinal dan saluran urine adalah penyebab utama kematian.
Karena pengeringan yang berlebihan kulit orang-orang muda yang berusia 20 tahun terlihat seperti 40 tahun.

Ilmuwan menginvestigasi, tetapi tidak ada solusi untuk masalah ini.
Air tidak dapat diproduksi, oksigen juga terdegradasi akibat kurangnya pepohonan dan vegetasi,
dan kapasitas intelektual generasi baru sangat terganggu.
Morfologi spermatozoa pada pria telah berubah banyak.
Akibatnya, bayi dilahirkan dengan defisiensi, mutasi dan kelainan bentuk fisik.
Pemerintah mengharuskan kami membayar udara yang kami hirup,
137 m3 per hari untuk setiap orang dewasa.

Orang-orang yang tidak mampu membayar akan diusir dari "zona yang berventilasi"
zona berventilasi berupa paru-paru mekanik yang sangat besar dengan tenaga matahari.
Udara tidak berkualitas baik, tapi setidaknya orang bisa bernapas.
Di beberapa negara, di mana masih ada beberapa zona hijau dilintasi oleh sungai,
tempat ini dijaga oleh tentara bersenjata berat.
Air menjadi harta yang sangat didambakan, lebih berharga daripada emas dan berlian.
Di mana aku tinggal, tidak ada pepohonan, karena jarang sekali hujan.
Ketika terjadi presipitasi, itu adalah hujan asam.

Musim telah terpengaruh oleh uji atom dan oleh kontaminasi dari polusi industri abad ke-20 .
Kami telah diperingatkan untuk menjaga lingkungan, tapi tak ada yang peduli.
Anakku bertanya: Ayah! Mengapa tidak ada air?
Kemudian, aku merasakan ada yang mengganjal di tenggorokanku!
Aku tak bisa menahan rasa bersalah, karena
aku termasuk pada generasi yang berkontribusi menyebabkan kerusakan lingkungan

Sekarang anak-anak kami harus membayar harga yang sangat tinggi!
Aku sangat percaya bahwa dalam waktu yang singkat kehidupan di bumi tidak akan bertahan lagi,
kerusakan alam saat ini mencapai tahap yang tidak dapat diubah.
Bagaimana aku ingin kembali dan membuat manusia mengerti …
Bahwa kita masih punya waktu untuk menyelamatkan Planet Bumi kita.

NB: sebuah tulisan di majalah Prancis.

Senin, 18 Juni 2012

Ekologi Berkelanjutan. Bisakah Terwujud??


Saya pernah membaca sebuah buku (lupa judulnya). di buku itu menceritakan tentang sekelompok kelinci yang hidup di suatu padang rumput. awalnya kelinci itu hanya berjumlah sedikit. di padang rumput itu mereka hidup sejahtera karena rumput yang tumbuh masih banyak. tetapi dalam jangka waktu tertentu kelinci tersebut berkembang biak sehingga menjadi sangat banyak yang akhirnya rumput yang tumbuh tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan kelinci tersebut. sehingga banyak kelinci yang kekurangan makan dan akhirnya mati. yang tersisa jumlahnya sedikit. namun rumput tumbuh kembali dan akhirnya kelinci yang tersisa dapat kembali menikmati makanan dalam jumlah yang cukup. siklus itu terus berulang. 

pertanyaannya apakah siklus kehidupan seperti itu juga berlaku pada manusia?

manusia bertambah banyak sementara luas bumi tetap. dan saat inipun isu-isu kerusakan lingkungan juga sedang marak. ancaman krisis pangan, air dan energi pun terus digembar-gemborkan. 

apakah hanya ekonomi hijau/pembangunan berkelanjutan saja yang menjadi sejata pemungkas untuk keberlanjutan ekologi manusia?

bukankah siklus seperti kelinci itu bisa terjadi juga bila populasi manusia terus bertambah? (kecuali kalo manusia bisa menemukan planet baru dan memindahkan sebagian penduduk ke planet itu)

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2010 sebesar 1,48 persen pertahun. Artinya bahwa setiap tahunnya antara tahun 2000 sampai 2010 jumlah penduduk Indoneisa bertambah sebesar 1,48 persen yaitu 3.52 jiwa/tahun. 

Tahun    1971    1980    1990    2000    2010
Jumlah Penduduk    119,2    147,5    179,4    205,1    237,6* (juta jiwa)

jadi pendapat saya. jika memang kita ingin mewujudkan sustainable ecology. tidak hanya pembangunan berkelanjutan saja yang harus kita pikirkan. tetapi membatasi jumlah penduduk juga harus terwujud. dan masalah demografi lainnya. 

jika tidak nasib manusia bisa sama seperti kelinci itu. akan ada masa dimana populasi manusia diperkecil oleh alam. 

yang saya tau ada beberapa negara yang laju pertumbuhan penduduknya minus seperti Jepang dan negara2 di Eropa. namun total populasi bumi saat ini 7 miliar dan perkiraan tahun 2050 penduduk dunia mencapai 9 miliar. 

so..jangan punya anak banyak2 ya. maksimal 2. (boleh ga sih kampanye begini??I mean melanggar hak azasi ga sih)

Minggu, 08 April 2012

KB (Keluarga Berencana)


fakta mengejutkan yang aku temukan pada buku ttg lingkungan adalah bahwa pertumbuhan penduduk dunia saat ini sangat pesat. butuh waktu 16 abad penambahan penduduk dari 250 juta  sampai 1 milyar. tahun 1900 diperkirakan jumlah penduduk 1 milyar. namun hanya butuh waktu 1 abad dari 1 milyar sampai 6 milyar. yaitu pada tahun 2000. dan jika pertumbuhan exponensial seperti itu tidak segera ditanggulangi. akan ada jumlah penduduk 50 milyar pada tahun 2100. 

tentunya jika dipikirkan dengan logika. akan ada saat dimana bumi tidak dapat memenuhi kebutuhan manusia yang sudah sedemikian banyaknya itu. kampanye-kampanye seperti go green, hidup selaras alam, hidup ramah lingkungan dan ilmu tata ruang dll. tidak bisa menjadi jaminan dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ada jika tidak ada usaha atau kampanye untuk menekan laju populasi penduduk. 

sosialisasi KB saat ini baru sebatas kegunaannya untuk keluarga sejahtera. padahal program KB juga terkait dengan usaha agar keadaan bumi di masa depan tidak terbebani dengan manusia yang sedemikian banyaknya. 

teknologi yang dimiliki manusia modern memang mendukung menurunnya angka kematian. sehingga agar keseimbangan populasi manusia tetap terjaga. manusiapun harus berusaha menurunkan angka kelahiran. bukan dengan jalan yang tidak manusiawi tetapi dengan jalan yang baik seperti pendidikan dan kampanye kepada masyarakat.

"2 anak memang lebih baik, untuk keluarga, dan untuk dunia"

Jumat, 30 Maret 2012

Teori Tikus

hari ini ada seorang temanku bertanya "gimana ya biar semua orang di dunia ini sejahtera?". awalnya kami sedang memperbincangkan tentang perkebunan kelapa sawit yang banyak membuat warga sekitarnya sengsara. warga sekitar perkebunan yang hanya rakyat kecil selalu kalah dengan pemodal dalam hal perebutan hak atas lahan. pemodal memiliki "the power/uang" yang tentunya dengan itu dapat membeli apapun yang mereka inginkan termasuk kebijakan pemerintah setempat.

perebutan hak atas lahan banyak terjadi di daerah-daerah. manusia semakin banyak sementara daratan di bumi tak pernah bertambah. ditambah sifat dasar manusia yang tak pernah puas, membuat banyak exploitasi sumber daya alam di sana-sini. yang kuat semakin berjaya dan yang lemah semakin tertindas.

secara teori....keadaan tersebut memang sudah hukum alam/ hukum rimba. pernah diadakan suatu penelitian bahwa beberapa tikus ditempatkan dalam sebuah wadah yang berisi makanan. setiap hari tikus-tikus itu diberi makanan dengan jumlah yang tetap. tetapi semakin hari tikus bertambah banyak dan makanan pun semakin terbatas memenuhi kebutuhan sang tikus. yang hingga pada akhirnya makanan sudah tak cukup lagi memenuhi kebutuhan tikus-tikus yang sangat banyak itu. akhirnya banyak tikus yang membunuh temannya untuk santapannya dan juga ada yang bunuh diri.

kanibalisme untuk bertahan hidup. yang kuat akan memakan yang lemah. begitulah sifat alam. manusia yang jumlahnya sekarang sudah mencapai 7 milyar jiwa sekarang sedang menjalani proses itu. ada saja yang harus kelaparan, kekeringan, tak memiliki tempat tinggal, tak punya mata pencaharian, tinggal di daerah kumuh dan kehilangan ladangnya. sebagian dapat terus bertahan karena ada saja manusia lain yang memberikan pertolongan. manusia yang memiliki rasa kepedulian terhadap yang lemah dan rela memberikan sebagian harta, membela hak-hak mereka, mengarahkan kebijakan-kebijakan yang dapat menolong hidup meraka dll.

perkembangbiakan manusia yang terus membengkak ini, jika tidak dicegah akan menambah semakin banyak orang yang menderita (saat ini di Indonesia terdapat 33 juta jiwa rakyat miskin). Program KB merupakan program terbaik yang seharusnya terus di sosialisasikan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. manusia memang punya hak untuk beranak pinak. tapi manusia yang sadar dengan kondisi bumi sekarang seharusnya memikirkan betul-betul nasib anaknya nanti. jangan sudah kepalang dilahirkan ke dunia tetapi harus menjalani kehidupan yang sudah tidak layak. jalan terbaik adalah membatasi jumlah anak (cukup 2 saja).

KB bukan hanya untuk orang miskin. dalam tulisan ini KB untuk semua orang. bahkan kalau bisa untuk seluruh orang di dunia. manusia thn 1900 hanya 1 miliar. 2030 hanya 2 miliar. 2060 =3 miliar. 1990 =5,3 miliar.. oktober 2011=7 miliar. sejak tahun 1980 telah terjadi bunuh diri ekologi. karena kapasitas bumi menampung manusia sudah terlampaui. orang punya uang banyak tapi kalo ga ada cukup makanan gimana bisa hidup? bahkan program KB di cina mengusulkan cukup 1 anak saja. di jepang penurunan penduduk memang terlalu drastis karena orang jepang gila kerja. wanita di sana banyak yang memilih berkarir ketimbang ngurus anak. sehingga manula lebih banyak dari usia produktif. KB tidak mengusulkan itu. namun sebuah keluarga yang sederhana. cukup 2 anak. keluarga sejahtera. bumi pun juga sejahtera.

untuk menjawab pertanyaan teman saya. saya berpendapat bahwa kehidupan di muka bumi ini akan sejahtera bila populasi manusia diturunkan dan manusia harus saling tolong-menolong.

Global Warming dan Rasa Kepedulian

hari ini ada seorang teman bertanya padaku "bagaimana ya agar orang-orang sadar lingkungan sehingga bumi bisa selamat dari ancaman global warming?" sambil memandangi sebuah buku tentang lingkungan. temanku sepertinya sangat prihatin dengan kondisi bumi yang dijelaskan di buku tersebut.

miris memang melihat keadaan lingkungan khususnya di Indonesia ini. isu-isu tentang lingkungan sering memproyeksikan dampak yang sangat buruk di masa depan dari kerusakan lingkungan tersebut. apalagi selama kita berkampanye tentang lingkungan jarang sekali masyarakat yang hirau dengan lingkungan.

saat itu aku hanya bisa berpendapat bahwa kesadaran lingkungan erat kaitannya dengan kepedulian. bagi orang-orang yang peduli. lingkungan yang rusak menjadi masalah dalam diri orang tersebut. sehingga untuk mengatasi masalahnya orang akan bertindak. tindakannya bisa mitigasi, solusi, kampanye dll. bagi yang tidak peduli.....who cares.

kepedulian muncul dari hati nurani manusia. dari mulai yang sempit sampai yang luas. dari mulai orang yang peduli hanya pada diri sendiri sampai orang yang peduli kepada orang-orang kelaparan di somalia. dari mulai orang yang peduli kepada keluarganya saja sampai orang yang peduli kepada harimau sumatra yang hampir punah. dari mulai yang peduli dengan lingkungan sekitar rumahnya saja sampai yang peduli dengan kondisi planet bumi.

236 juta orang di Indonesia memiliki rasa kepedulian yang beragam. dan juga 7 miliar orang di seluruh dunia. namun....ada berapa banyak orangkah yang menempatkan global warming sebagai masalah dalam hidupnya? global warming yang mengancam seluruh kehidupan di atas planet ini.

referensi bacaan:
walhi.or.id
beritalingkungan.com
buku-hidup hirau hijau

Minggu, 18 September 2011

Semangat Bushido

Bushido adalah prinsip hidup yang sudah dianut oleh bangsa jepang sejak zaman samurai. Prinsip ini didasari oleh amanah seorang samurai untuk melindungi dan menjaga daerah kekuasaan tuan tanah agar terhindar dari pihak lain yang ingin merebut daerah kekuasaan.

Prinsip hidup bushido ini patut diacungi jempol (kecuali harakiri-nya). karena selain melahirkan karakteristik bangsa jepang yang seperti sekarang, juga semangat bangsa ini untuk maju di segala bidang.

ada 7 prinsip Bushido yang patut kita kenal dan sangat baik kita amalkan dalam kehidupan kita.
1. jujur
2. tanggung jawab
3. visioner
4. disiplin
5. kerjasama
6. adil
7. peduli

Dari semangat bushido ini lahirlah film-film di Jepang yang sarat makna tentang kehidupan, yang banyak mengajarkan para penikmatnya tentang arti nilai-nilai kehidupan/wisdom/fitrah.
contohL: 1. Makna persahabatan (kerja sama) dalam kisah Naruto.
2. Makna Cita-cita (visioner) dalam kisah One Piece.
3. Makna Pengorbanan (peduli) dalam kisah The Last Samurai.
4. dll.

Jangan biarkan hidup kita berlalu tanpa makna, karena hidup kita hanya 1 kali.

Kakoi atau Keren

"Kakoiiii....." itulah kata-kata di dalam komik/manga dan anime. sebenernya apa maksud mereka mengatakan itu? ya...itulah ciri khas dari karakter jepang. kakoi atau keren. dan anda akan menemukan karakter seperti itu tersebar dalam tokoh-tokoh anime.

"Kyaa...Kakoi..." seorang wanita menjerit sambil memgang surat cinta di tangannya begitu sang detektif muda Shinichi Kudo keluar dari sekolahnya. dan sang detektif sambil berkata: "Kebenaran itu selalu hanya ada satu"

Hinata :"Naruto keren" ....sambil memandangi Naruto yang berkata "suatu saat aku akan menjadi seorang Hokage" tentunya dengan ucapan yang tegas dan penuh percaya diri.

karakter lainnya: Luffy:"Aku pasti akan menolong muuuuuuu....." kepada nami yang dikhianati Arlong. Kenshin:"aku akan melindungi Jepang dan orang-orang yang aku sayangi" sambil berlumuran darah saat melawan Shishio Makoto. Tsubasa:"Aku pasti akan ke piala dunia". Sai:"aku ada untuk Hikaru, Hikaru ada untuk orang lain dan orang lain itu ada untuk orang lain lagi dan peranan ku telah selesai". saat Sai berpisah dengan Hikaru

begitulah karakter anime. dan...bukan hanya hatinya yang memancarkan kemuliaan. sosok mereka pun sangat Good Looking (yang menambah semakin keren).

Makhluk-makhluk dengan tingkat keren seperti mereka sangat jarang di dunia ini. rata-rata manusia hanya bisa sampai tingkat "hebat" (punya keahlian khusus) atau hanya "Outer Beauty" (keren bagian luarnya aja). tetapi keren yang disuguhkan dari karakter anime bisa sampai banyak orang terpesona dan mengidam-idamkan menjadi seperti mereka. (seperti adanya Cosplay yang menunjukkan apresiasi masyarakat yang ingin jadi seperti tokok2 anime yang keren menurut pandangan mereka)

namun sayangnya, "Inner Beauty" yang merupakan inti sari dari keren mereka tak banyak yang meniru. padahal hal itulah yang membuat mereka sangat keren. apa itu?.... "Pemaknaan Hidup" mereka

September 8 at 9:28am