Jumat, 13 Juli 2012

SENJA DIRINDU ALAMKU


by Sang Pemulung on Monday, August 1, 2011 at 5:47pm
Ada jerit - jemerit dibatinku
Ada tetes - temetes air dimataku
Ada getar dan kelu dilidahku
Namun tak satupun kata terucap dibibir ku

             Ingin rasanya aku berteriak memanggil kawanku
             Dimana engkau riuh - rimbun pohon - pohon ku
             Dimana engkau ciat - cemiat kalong ku
             Dimana engkau cicit - cemicit emprit ku
             Deret - demeret kuntul ku
             Kepak sayap bangau ku

Kembalilah kepadaku sahabat
Kembalilah kawan ku
Betapa aku merindukan mu
Haruskah engkau seperti elang - elangku yang kini tinggal cerita
dan dongeng belaka dikalangan anak cucuku ?

            Dijamah nafsu serakah engkau punah
            Digenggam tangan jahanam nasibmu kelam
            Diwajah angkuh engkau terengkuh
            Kau luka
            Kau tersiksa
            Kau teraniaya
            Kau binasa

Ciat - cemiat kalong
Cicit - cemicit emprit
Deret - demeret kuntul
Kepak bangau pekik elang
Kini semua telah hilang
Seiring rimba belantara
                                    Sebagai peraduannya
                                    Sebagai singgasananya
Hancur lebur dan telah dalam - dalam terkubur
Sementara aku hanya mampu terpaku dan diam membisu
Senada senja dirindu alamku

NB: Ditulis oleh seorang pemulung bernama Kasyub Sadira yang juga seorang penggiat lingkungan di kawasan Tugu, Depok. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar