by Sang Pemulung on Monday, August 1, 2011 at 5:47pm
Ada jerit - jemerit dibatinku
Ada tetes - temetes air dimataku
Ada getar dan kelu dilidahku
Namun tak satupun kata terucap dibibir ku
Ingin rasanya aku berteriak memanggil kawanku
Dimana engkau riuh - rimbun pohon - pohon ku
Dimana engkau ciat - cemiat kalong ku
Dimana engkau cicit - cemicit emprit ku
Deret - demeret kuntul ku
Kepak sayap bangau ku
Kembalilah kepadaku sahabat
Kembalilah kawan ku
Betapa aku merindukan mu
Haruskah engkau seperti elang - elangku yang kini tinggal cerita
dan dongeng belaka dikalangan anak cucuku ?
Dijamah nafsu serakah engkau punah
Digenggam tangan jahanam nasibmu kelam
Diwajah angkuh engkau terengkuh
Kau luka
Kau tersiksa
Kau teraniaya
Kau binasa
Ciat - cemiat kalong
Cicit - cemicit emprit
Deret - demeret kuntul
Kepak bangau pekik elang
Kini semua telah hilang
Seiring rimba belantara
Sebagai peraduannya
Sebagai singgasananya
Hancur lebur dan telah dalam - dalam terkubur
Sementara aku hanya mampu terpaku dan diam membisu
Senada senja dirindu alamku
NB: Ditulis oleh seorang pemulung bernama Kasyub Sadira yang juga seorang penggiat lingkungan di kawasan Tugu, Depok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar